Senin, 14 Oktober 2013

Belajar dan Pembelajaran - Pembelajaran sebagai Sistem dan Proses

oleh Dillan Kibar Dzikrika


Keyword         : sistem, sistem pembelajaran, fungsi sistem pembelajaran, komponen sistem pembelajaran, proses, mekanisme proses pembelajaran.

      A.    Pengertian dan fungsi pembelajaran sebagai sistem
Pertama-tama, kita harus mengetahui apa yang dimaskud dengan sistem. Sistem dapat diartikan sebagai satu kesatuan komponen yang berhubungan satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan. Sistem memiliki 3 ciri utama, yaitu memiliki tujuan tertentu, untuk mencapai tujuan sebuah sistem memiliki fungsi-fungsi tertentu, dan untuk menggerakan fungsi sebuah sistem memiliki komponen.
Komponen suatu sistem memiliki sifat sebagai berikut.
1.      Memiliki komponen yang bersifat integral (komponen inti), dan komponen tidak integral (pelengkap).
2.      Setiap komponen berhubungan satu dengan yang lain.
3.      Setiap komponen merupakan keseluruhan yang bermakna.
4.      Setiap komponen dalam suatu sistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar.
Berikutnya, yang dimaksud dengan sistem pembelajaran adalah suatu kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan (Hamalik, 2003)[1].


Unsur manusiawi terdiri atas guru, siswa, pustakawan, bahkan penjaga kantin. Unsur material adalah sumber belajar, seperti buku, globe, peta, dsb. Unsur fasilitas merupakan segala sesuatu yang dapat mendukung jalannya proses pembelajaran, seperti ruang kelas, perpustakaan, komputer, dsb. Prosedur adalah kegiatan-kegiatan dalam pembeljaran, seperti metode, jadwal, evaluasi, dsb.

Empat manfaat pendekatan sistem pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.      Dapat menentukan arah, tujuan, dan sasaran pembelajaran secara pasti.
2.      Membuat kegiatan pembelajaran menjadi sistematis.
3.      Dapat mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya yang ada.
4.      Dapat memberikan umpan balik.

      B.      Komponen sistem pembelajaran
Menurut Brown (1983)[2], komponen-komponen sistem pembelajaran adalah sebagai berikut.
1.      Siswa
Pada dasarnya pembelajaran membuat siswa berhasil mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, hendaknya perencanaa dan desain pembelajaran harus memperhatikan faktor siswa.
2.      Tujuan
Selain siswa sebagai subjek, tujuan merupakan komponen terpenting berikutnya. Dalam konteks pendidika, suatu lembaga tergantung pada visi dan misi lembaga itu sendiri.
Tujuan pendidikan tidak lepas dari kompetensi. Menurut W. Gulo (2002)[3], istilah kompetensi dipahami sebagai kemampuan. Menurutnya kemampuan dibagi menjadi 2, yaitu dalam bentuk tingkah laku yang tampak (performance), dan kognitif, afektif, serta psikomotorik yang tidak tampak (rasional).
3.      Kondisi
Kondisi adalah berbagai pengalaman belajar yang dirancang agar siswa dapat mencapai tujuan khusus seperti yang telah dirumuskan. Diharapakan guru mengkondisikan siswanya agar belajar aktif dan termotifasi, yang sesuai dengan minat dan gaya belajarnya. Yang ditekankan dalam kondisi belajar adalah siswa dapat belajar secara individual.
4.      Sumber-sumber belajar
Sumber belajar adalah sesuatu yang memungkinkan siswa mendapatkan pengalaman belajar, bisa berupa tempat nelajar, guru, perpustakaan, ahli media dan lainnya.
5.      Hasil
Hasil belajar berkaitan dengan pencapaian tujuan khusus yang direncanakan. Guru dapat mengetahui hasil belajar dengan menggunakan suatu instrumen, yaitu evaluasi. Evalusia berfungsi sebagai umpan balik, yang dapat memungkinkan untuk mengetahui kekurangan suatu komponen di dalam sistem.
 
     C.     Pengertian dan mekanisme pembelajaran sebagai proses
1.      Pengertian Pembelajaran Sebagai Proses
Dalam proses pembelajaran, pengenalan terhadap diri sendiri atau kepribadian diri merupakan hal yang sangat penting dalam upaya-upaya pemberdayaan diri (self empowering). Pengenalan terhadap diri sendiri berarti kita mengenal kelebihan-kelebihan atau kekuatan yang kita miliki untuk mencapai hasil belajar yang kita harapkan. Disisi lain, berarti kita juga mengenal kelemahan-kelemahan pada diri kita sehingga kita dapat berupaya mencari cara yang tepat untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut.[4]
Melalui proses pembelajaran, guru juga dituntut untuk mampu membimbing dan memfasilitasi siswa agar mereka dapat memahami kekuatan dan kemampuan yang ada pada diri mereka, agar selanjutnya dapat diberikan motivasi untuk mewujudkan keberhasilan berdasarkan kemampuan yang mereka miliki. Untuk dapat memfasilitasi hal tersebut, maka langkah awal yang perlu dilakukan guru ialah berusaha mengenal siswanya dengan baik.
Guru perlu mengenal lebih mendalam tentang bakat, minat, motivasi, harapan-harapan siswa serta beberapa dimensi khusus kepribadiannya. Dalam kegiatan pembelajaran guru dituntut untuk memiliki sikap terbuka dan sabar agar dengan hati yang jernih dan rasional dapat memahami siswanya.

2.      Mekanisme Pembelajaran sebagai Proses
Pembelajaran dan memori merupakan kunci keberhasilan dalam proses kehidupan manusia. Pembelajaran dapat diamati melalui mekanisme memori. Pembelajaran adalah proses untuk memperoleh pengetahuan baru dan memori adalah proses yang menyimpan pengetahuan itu untuk waktu yang lama.
Proses mengingat berlangsung melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah belajar. Melalui belajar orang menerima informasi dari lingkungan. Pemerolehan informasi dapat dilakukan dengan sadar dan bertujuan (intentional learning) melalui perhatian konsentrasi terhadap sesuatu yang ingin dipelajarinnya. Tetapi dapat pula informasi diterima tanpa tujuan untuk mengingatnya (incidental learning).
Tahap kedua adalah penyimpanan (retention): informasi yang diterima memori jangka pendek (short-term memory), yakni hanya mengingat-ingat informasi dalam beberapa detik sampai beberapa jam. Informasi ini perlu ditrasnfer ke dalam memori jangka panjang (long-term memory) agar dapat disimpan dan diingat lebih lama, bahkan mungkin bertahan seumur hidup. Tahap ketiga adalah mengingat kembali (recall, retrioval), yaitu mengambil kembali informasi yang telah diterima dan tersimpan dalam memori jangka panjang.
Proses pembelajaran dan memori dikatakan berhasil apabila orang dapat menerima dan memilih (belajar) informasi dari sekitarnya untuk dilanjutkan ke memori jangka pendek serta melakukan konsolidasi agar dapat ditransfer dan disimpan dalam memori jangka panjang untuk kemudian diingat kembali apabila diperlukan suatu ketika. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh ditumpuk di bagian otak tertentu yang berfungsi untuk itu.
Selain tiga tahap diatas, dalam proses mekanisme pembelajaran sangat penting melibatkan peranan seorang guru. Karena untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang diinginkan, seseorang memerlukan pelatih untuk mengelola sistem pembelajaran tersebut agar dapat dilaksanakan secara baik dan terorganisir.
Tetapi, berhubung waktu yang tersedia dan kemampuan guru sebagai pengelola selalu terbatas, maka sedapat mungkin perlu untuk mengonsentrasikan pada 4 fungsi umum yang merupakan ciri pekerjaan seorang guru sebagai manajer atau pengelola pembelajaran.[5]
1.     Merencanakan.
2.      Mengorganisasikan.
3.     Memimpin.
4.     Mengawasi.



[1] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. (Jakarta: Kencana, 2011), hlm. 6
[2] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2011), Hal. 9
[3] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Jakarta: Kencana, 2008), hlm. 59.
[4] Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2012), hlm. 11
[5] Ivor K. Davies, Pengelolaan Belajar, (Jakarta: Rajawali, 1991), hlm. 35

Tidak ada komentar:

Posting Komentar