Keyword : sistem, sistem pembelajaran, fungsi sistem pembelajaran,
komponen sistem pembelajaran, proses, mekanisme proses pembelajaran.
A. Pengertian dan fungsi
pembelajaran sebagai sistem
Pertama-tama,
kita harus mengetahui apa yang dimaskud dengan sistem. Sistem dapat diartikan
sebagai satu kesatuan komponen yang berhubungan satu sama lain untuk mencapai
suatu tujuan. Sistem memiliki 3 ciri utama, yaitu memiliki tujuan tertentu, untuk
mencapai tujuan sebuah sistem memiliki fungsi-fungsi tertentu, dan untuk
menggerakan fungsi sebuah sistem memiliki komponen.
Komponen
suatu sistem memiliki sifat sebagai berikut.
1. Memiliki komponen yang bersifat
integral (komponen inti), dan komponen tidak integral (pelengkap).
2. Setiap komponen berhubungan
satu dengan yang lain.
3. Setiap komponen merupakan
keseluruhan yang bermakna.
4. Setiap komponen dalam suatu
sistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar.
Berikutnya,
yang dimaksud dengan sistem pembelajaran adalah suatu kombinasi terorganisasi
yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan
prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan (Hamalik, 2003)[1].
Unsur
manusiawi terdiri atas guru, siswa, pustakawan, bahkan penjaga kantin. Unsur
material adalah sumber belajar, seperti buku, globe, peta, dsb. Unsur fasilitas
merupakan segala sesuatu yang dapat mendukung jalannya proses pembelajaran,
seperti ruang kelas, perpustakaan, komputer, dsb. Prosedur adalah
kegiatan-kegiatan dalam pembeljaran, seperti metode, jadwal, evaluasi, dsb.
Empat manfaat pendekatan sistem
pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Dapat menentukan arah, tujuan,
dan sasaran pembelajaran secara pasti.
2. Membuat kegiatan pembelajaran
menjadi sistematis.
3. Dapat mengoptimalkan segala
potensi dan sumber daya yang ada.
4. Dapat memberikan umpan balik.
B. Komponen sistem pembelajaran
Menurut
Brown (1983)[2],
komponen-komponen sistem pembelajaran adalah sebagai berikut.
1. Siswa
Pada dasarnya pembelajaran membuat siswa berhasil
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, hendaknya perencanaa
dan desain pembelajaran harus memperhatikan faktor siswa.
2. Tujuan
Selain siswa sebagai subjek, tujuan merupakan
komponen terpenting berikutnya. Dalam konteks pendidika, suatu lembaga
tergantung pada visi dan misi lembaga itu sendiri.
Tujuan pendidikan tidak lepas dari kompetensi.
Menurut W. Gulo (2002)[3], istilah
kompetensi dipahami sebagai kemampuan. Menurutnya kemampuan dibagi menjadi 2,
yaitu dalam bentuk tingkah laku yang tampak (performance), dan kognitif,
afektif, serta psikomotorik yang tidak tampak (rasional).
3. Kondisi
Kondisi adalah berbagai pengalaman belajar yang
dirancang agar siswa dapat mencapai tujuan khusus seperti yang telah
dirumuskan. Diharapakan guru mengkondisikan siswanya agar belajar aktif dan
termotifasi, yang sesuai dengan minat dan gaya belajarnya. Yang ditekankan
dalam kondisi belajar adalah siswa dapat belajar secara individual.
4. Sumber-sumber belajar
Sumber belajar adalah sesuatu yang memungkinkan
siswa mendapatkan pengalaman belajar, bisa berupa tempat nelajar, guru,
perpustakaan, ahli media dan lainnya.
5. Hasil
Hasil belajar berkaitan dengan pencapaian tujuan
khusus yang direncanakan. Guru dapat mengetahui hasil belajar dengan
menggunakan suatu instrumen, yaitu evaluasi. Evalusia berfungsi sebagai umpan
balik, yang dapat memungkinkan untuk mengetahui kekurangan suatu komponen di
dalam sistem.
C. Pengertian dan mekanisme
pembelajaran sebagai proses
1. Pengertian
Pembelajaran Sebagai Proses
Dalam proses
pembelajaran, pengenalan terhadap diri sendiri atau kepribadian diri merupakan
hal yang sangat penting dalam upaya-upaya pemberdayaan diri (self empowering).
Pengenalan terhadap diri sendiri berarti kita mengenal kelebihan-kelebihan atau
kekuatan yang kita miliki untuk mencapai hasil belajar yang kita harapkan.
Disisi lain, berarti kita juga mengenal kelemahan-kelemahan pada diri kita
sehingga kita dapat berupaya mencari cara yang tepat untuk mengatasi
kelemahan-kelemahan tersebut.[4]
Melalui proses
pembelajaran, guru juga dituntut untuk mampu membimbing dan memfasilitasi siswa
agar mereka dapat memahami kekuatan dan kemampuan yang ada pada diri mereka,
agar selanjutnya dapat diberikan motivasi untuk mewujudkan keberhasilan
berdasarkan kemampuan yang mereka miliki. Untuk dapat memfasilitasi hal
tersebut, maka langkah awal yang perlu dilakukan guru ialah berusaha mengenal
siswanya dengan baik.
Guru perlu
mengenal lebih mendalam tentang bakat, minat, motivasi, harapan-harapan siswa
serta beberapa dimensi khusus kepribadiannya. Dalam kegiatan pembelajaran guru
dituntut untuk memiliki sikap terbuka dan sabar agar dengan hati yang jernih
dan rasional dapat memahami siswanya.
2. Mekanisme
Pembelajaran sebagai Proses
Pembelajaran dan memori merupakan kunci keberhasilan dalam proses kehidupan
manusia. Pembelajaran dapat diamati melalui mekanisme memori. Pembelajaran
adalah proses untuk memperoleh pengetahuan baru dan memori adalah proses yang
menyimpan pengetahuan itu untuk waktu yang lama.
Proses mengingat berlangsung melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah
belajar. Melalui belajar orang menerima informasi dari lingkungan. Pemerolehan
informasi dapat dilakukan dengan sadar dan bertujuan (intentional learning)
melalui perhatian konsentrasi terhadap sesuatu yang ingin dipelajarinnya.
Tetapi dapat pula informasi diterima tanpa tujuan untuk mengingatnya (incidental
learning).
Tahap kedua adalah penyimpanan (retention): informasi yang diterima
memori jangka pendek (short-term memory), yakni hanya mengingat-ingat
informasi dalam beberapa detik sampai beberapa jam. Informasi ini perlu
ditrasnfer ke dalam memori jangka panjang (long-term memory) agar dapat
disimpan dan diingat lebih lama, bahkan mungkin bertahan seumur hidup. Tahap
ketiga adalah mengingat kembali (recall, retrioval), yaitu mengambil
kembali informasi yang telah diterima dan tersimpan dalam memori jangka
panjang.
Proses pembelajaran dan memori dikatakan berhasil apabila orang dapat
menerima dan memilih (belajar) informasi dari sekitarnya untuk dilanjutkan ke
memori jangka pendek serta melakukan konsolidasi agar dapat ditransfer dan
disimpan dalam memori jangka panjang untuk kemudian diingat kembali apabila
diperlukan suatu ketika. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh ditumpuk di
bagian otak tertentu yang berfungsi untuk itu.
Selain tiga
tahap diatas, dalam proses mekanisme pembelajaran sangat penting melibatkan
peranan seorang guru. Karena untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang
diinginkan, seseorang memerlukan pelatih untuk mengelola sistem pembelajaran
tersebut agar dapat dilaksanakan secara baik dan terorganisir.
Tetapi,
berhubung waktu yang tersedia dan kemampuan guru sebagai pengelola selalu
terbatas, maka sedapat mungkin perlu untuk mengonsentrasikan pada 4 fungsi umum
yang merupakan ciri pekerjaan seorang guru sebagai manajer atau pengelola
pembelajaran.[5]
1. Merencanakan.
2.
Mengorganisasikan.
3. Memimpin.
4. Mengawasi.
[1] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran.
(Jakarta: Kencana, 2011), hlm. 6
[2] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran,
(Jakarta: Kencana, 2011), Hal. 9
[3] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar
Proses Pendidikan. (Jakarta: Kencana, 2008), hlm. 59.
[4] Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta:
Kencana, 2012), hlm. 11
[5] Ivor K. Davies, Pengelolaan Belajar, (Jakarta: Rajawali,
1991), hlm. 35
Tidak ada komentar:
Posting Komentar